Try us on Wibiya!

Dapatkan dibayar Untuk Mempromosikan Pada Setiap WebSite

Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Pelicin berbahan dasar minyak

Berbeda dari vagina, Anus dan Rektum tidak memproduksi lendir pelicin sendiri. Karena itu untuk menikmati sensasi Seks-Anal, kita harus menambahkan pelicin. Jangan terlalu sedikit, tapi yang banyak!. Cairan pelicin khusus untuk Vagina tidak akan berguna.

Ada ungkapan yang menyebutkan bahwa: Terlalu banyak cairan pelicin adalah jumlah yang hampir cukup!.

Rektum adalah organ yang menjadi bersih dengan sendirinya. Cairan apapun yang kita masukkan, akan keluar lagi pada saatnya nanti. Karena itu jangan khawatir menggunakan cairan pelicin yang berminyak selama anda tidak memasang kondom pada benda apapun yang anda masukkan. Minyak Mineral atau Minyak-Pelicin, juga Hand-and-Body Lotion yang banyak dijual di Swalayan, bahkan, konon, Minyak Goreng sering juga dipakai oleh pria PLU (People Like Us "orang seperti kita" sebutan akrab untuk gay) dimasa lalu.

Masalahnya, Pelicin berbahan minyak merusak Latex (karet bahan pembuat kondom). Jangan pertemukan kondom dengan Pelicin berbahan Minyak. Saya pernah mendengar bahwa sarung tangan karet dokter sengaja dibuat tebal supaya bertahan terhadap pelicin berbahan minyak sampai pemeriksaan diselesaikan. Jadi..., jika bisa, di hindari saja seks anal, janganlah  melakukan.

Kenapa harus Seks Anal ?

Waktu pertama kali anda menyatakan ingin meraba Anus pasangan anda, mungkin dia akan berkata: :”Idiiih, kenapa mau melakukan itu?, memang kenapa? Jawaban paling utama adalah karena hal itu menyenangkan!.

Jawaban ini sebenarnya sudah cukup. Akan tetapi banyak teman teman PLU (People Like Us "orang seperti kita" sebutan akrab untuk gay) yang ingin membahas masalah ini ke tingkat yang lebih mendalam.

Seks-Anal bisa terasa enak secara fisik. Anus merupakan organ tubuh yang sangat sensitif, sehingga sangat mudah merasakan kenikmatan hanya dengan perangsangan yang ringan. Banyak pria yang menikmati Prostatnya diraba dari dalam Anus, bahkan beberapa Pria langsung bisa mencapai orgasme hanya dengan penetrasi Penis Pria kedalam Anus.

Banyak yang beranggapan bahwa kesediaan seseorang menerima Seks-Anal merupakan “sikap takluk”. Jawaban yang cukup tepat pada mereka adalah: “Bila anda menikmati peran sebagai pihak yang ditaklukkan, ya.... teruskan saja!”. Tapi anda juga tidak perlu berpura pura menikmati peran sebagai pihak yang dikalahkan bila anda tidak menghendakinya. Persepsi tentang Seks-Anal sebenarnya tergantung anggapan kita sendiri kok.

Yang lain menganggap Seks-Anal seperti kodratnya pihak wanita. Mereka langsung men-cap seseorang yang mau menerima benda berbentuk penis kedalam tubuh, dianggap berperilaku seperti wanita. Ada yang tidak setuju dengan alasan yang terlampau sederhana begitu, karena ada juga yang menikmati sensasi yang timbul pada saat berperan seperti pihak-wanita pada saat bercinta dengan pasangan.

Ada juga orang yang menganggap Seks-Anal “kotor”. Tidak begitu donk!. Setelah dicuci bersih (enema), Seks-Anal sama bersihnya seperti seks melalui vagina. Akan tetapi, kalau anda memang suka menyentuh kotoran yang berada didalam saluran dubur pasangan anda, atau tipe orang yang menyukai seks sebagai sesuatu yang kotor, ya silahkan saja!. Tapi jangan lupakan seks-aman dan seks-sehat) Diatas tadi, disampaikan berbagai pendapat, konsep, tuduhan, kekhawatiran yang emosional, semuanya tertuju pada yang topik menyangkut penggunaan Anus sebagai alat-seks/organ kelamin.

Itu semua dilatar belakangi oleh perbedaan kebudayaan. Kalau anggapan itu semua justru membuat anda tertarik mencoba Seks Anal dan membantu anda untuk makin menikmatinya, yaa lakukanlah!. Anda justru seperti membalikkan tuduhan negatif itu menjadi suatu hal untuk menyenangkan diri anda sendiri. Bila pendapat atau tuduhan-tuduhan diatas menyebabkan anda berhenti menikmati Seks-Anal, disarankan anda menebak siapa kira kira yang menyebarkan tuduhan seperti diatas (pria straight, kaum wanita atau justru PLU itu sendiri).

Hindari Seks Anal

Anus adalah bagian tubuh kita yang paling “tak dikenal”. Kecuali anda seorang atlet-senam yang bisa melipat lipat tubuh, rasanya anda tidak mungkin bisa melihatnya tanpa bantuan cermin. Sewaktu kanak-kanak, kita sering diberi tahu bahwa Anus adalah bagian tubuh yang kotor. Banyak orang yang pernah mencoba Seks-Anal, ternyata merasa kesakitan dan kemudian tidak mau lagi mengulanginya, atau terpaksa menahan penderitaan cuma untuk menyenangkan pasangannya saja.

Jarang ada yang bilang bahwa Seks-Anal sebenarnya sesuatu yang istimewa. Tidak ada yang memberitahu kita bahwa setelah Alat Kelamin, justru Anus yang memiliki konsentrasi syaraf terbanyak didalam tubuh manusia. Tidak ada yang memberitahu kita bagaimana melakukannya dengan benar. Hal ini harus dirubah…!. Anda setuju ?

Paling sering dibaca

Pengikut